-->

Duh, Kinerja Manajemen Persebaya Kembali Disorot


Kamis, 12 Januari 2012 04:59:14 WIB 
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya (beritajatim.com) - Kinerja manajemen lama Persebaya kembali disorot. Setelah kasus tertinggalnya 12 pemain di bandara Juanda ketika Persebaya akan melakoni leg pertama Unity Cup, kini masalah baru muncul. Dua pemain ternyata hingga kini belum mendapat jersey plus nomor punggung.

Kedua pemain itu adalah bek Sunaji dan Ahmad Shadiq. Hingga empat laga yang sudah dilakoni Persebaya di ajang Indonesia Premier League (IPL), ternyata kedua pemain ini belum mendapat jersey. Akibatnya, keduanya hanya bisa ikut berlatih tanpa bertanding.

Sebenarnya, selain Sunaji dan Shadiq, masih ada satu pemain lain, yakni Aulia Ardli. Hanya saja Aulia menggunakan jersey nomor 7 yang sebelumnya digunakan Arif Ariyanto. Arif sendiri pindah ke Arema yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL).

Dikonfirmasi, CEO Persebaya, Gede Widiade mengatakan, dirinya masih akan menampung keluhan terkait kinerja manajemen. "Saat ini kita lebih banyak mendengar dari pada bicara. Kita tampung dulu, lalu nanti kita cari permasalahannya mengapa bisa seperti itu," tutur Gede.

Gede menjelaskan, masalah ini akan ditampung dulu hingga terdapat manajer baru. Mengenai posisi manajer, Gede berharap sebelum laga kontra Persija, Senin (16/1/2012) nanti, manajer baru bisa mulai bekerja dengan tim.

"Manajernya orang dari klub internal Persebaya sendiri. Proses pendekatannya hampir 80 persen. Insya Allah sebelum lawan Persija sudah ada manajer baru," tutur Gede.

Seperti yang disebut sebelumnya, sosok yang dihadapkan sebagai manajer adalah Saleh Hanifah, mantan asisten manajer Persebaya era Indah Kurnia.[sya/kun]

 
DI KARAWANG KAMI BERPIJAK...DI SURABAYA KAMI BERPIHAK...KAMI ADA UNTUK PERSEBAYA... BONEK KARAWANG